Rifampicin

19.04


Komposisi
Tiap kaplet salut selaput mengandung rifampicin 450 mg
Tiap kaplet salut selaput mengandung rifampicin 600 mg

Farmakologi
Rifampicin merupakan antibiotik semisintetik yang mempunyai efek bakterisid terhadap mikobakteri dan organisme Gram positif. Pada dosis tinggi juga efektif terhadap organisme Gram Negatif. Mekanisme kerja adalah dengan menghambat sintesa RNA dan mikobakterium.

Indikasi
Untuk pengobatan tuberkulosa dalam kombinasi dengan antituberkulosis lain.
Untuk pengobatan lepra, digunakan dalam kombinasi dengna senyawa leprotik lain.

Kontraindikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap obat ini.
Penderita jaundice, pofiria.

Dosis
Sebaiknya obat diminum 30 menit – 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.
Diberikan dalam dosis tunggal:
Tuberkulosa:
Dewasa
Berat badan > 50 kg : 600 mg sehari.
Berat badan < 50 kg : 450 mg sehari.
Untuk penderita dengan gangguan fungsi hati, dosis tidak boleh lebih dari 8 mg/kg BB.
Anak – anak (sampai usia 12 tahun) : 10 – 20 mg/kg BB (jangan melebihi 600 mg sehari).
Lepra:
Dosis yang dianjurkan adalah 10 mg/kg BB.
Dosis lazim pasien dengna berat 50 kg atau lebih adalah 600 mg perbulan dan dengan berat badan kurang dari 50 kg adalah 450 mg perbulan.

Efek Samping
Gangguan gastrointestinal dan gangguan fungsi hati.
Pernah dilaporkan timbulnya ikterus, purpura, reaksi kepekaan kulit.
Trombositopenia, leukopenia.
Dapat terjadi abdominal distress (ketidaknyamanan pada perut) dan pernah dilaporkan terjadinya kolitis pseudo membran.
Juga pernah dijumpai keluhan – keluhan seperti influenza (flu syndrome), demam, nyeri otot dan sendi.

Peringatan dan Perhatian
Pemberian pada penderita gangguan fungsi hati hanya jika diperlukan.
Pada pengobatan jangka panjang dianjurkan untuk melakukan pemerikasaan fungsi hati dan hitung jenis darah secara periodik.
Apabila ada tanda – tanda komplikasi serius, seperti gagal ginjal, anemia hemolitik, thrombositopenia atau kelainan fungsi hati maka pengobatan harus dihentikan.
Keamanan penggunaan pada wanita hamil dan menyusui belum jelas diketahui.
Rifampicin menyebabkan warna urin, feses, air mata, air ludah, keringat menjadi kemerah – merahan terutama pada permulaan pengobatan, sehingga perlu diberitahukan sebelumnya kepada pasien.
Rifampicin juga dapat menyebabkan pewarnaan yang menetap pada lensa kontak yang lunak.

Interaksi obat
Rifampicin menurunkan respons antikoagulansia, antidiabetik, kinidin, preparat digitalis, kortikosteroid, siklosporin, fenitoin, analgesik.
Penggunaan bersama PAS akan menghambat absorbsi, sehingga harus ada selang waktu  8 – 12 jam.
Rifampicin mengganggu efektivitas absorbsi tolbutamid, ketokonazole.

Over Dosis
Bila terjadi overdosis, lakukan pengosongan lambung segera dan berikan pengobatan seperlunya.

Anda sedang membaca artikel tentang Rifampicin dan anda bisa menemukan artikel Rifampicin ini dengan url http://ahli-farmasi.blogspot.com/2012/02/rifampicin.html, diperbolehkan menyebarluaskan atau mengcopy paste jika artikel Rifampicin ini sangat bermanfaat, tetapi jangan lupa untuk mencantumkan link Rifampicin sebagai sumbernya.

Jangan Lupa Berkunjung Kembali Kesini



free counters

Baca Juga :

Posting Komentar

berikan komentar anda disini agar pengetahuan kita sama-sama bertambah

-->